FKIP UNIBBA Laksanakan Kunjungan Budaya ke Masyarakat Adat Baduy sebagai Wujud Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas
Sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna, FKIP Universitas Bale Bandung melaksanakan kegiatan kunjungan budaya ke masyarakat Kampung Adat Baduy pada tanggal 9 sampai 10 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 283 mahasiswa dari empat program studi (Pendidikan Geografi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Pendidikan IPS), dan didampingi oleh 16 dosen pembimbing. Kelompok yang dibagi pun merupakan kelompok kolaborasi dari empat program studi. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program perkuliahan di luar kelas yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa melalui interaksi dengan kehidupan masyarakat adat.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa didampingi oleh dosen untuk melakukan observasi serta mempelajari secara langsung berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Baduy hingga saat ini. Kesempatan tersebut memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami dinamika kehidupan masyarakat tradisional yang hidup selaras dengan alam dan berpegang teguh pada adat istiadat leluhur.

Berbagai nilai yang ditemukan dalam kehidupan masyarakat Baduy, seperti kesederhanaan, kebersamaan, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap tradisi, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman akademik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan keberagaman budaya Indonesia.

Kegiatan ini juga nantinya menghasilkan berbagai luaran akademik berupa artikel ilmiah hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta video dokumentasi kegiatan. Video tersebut selanjutnya dilombakan di tingkat FKIP untuk keempat program studi yaitu Pendidikan Geografi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Pendidikan IPS sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam mendokumentasikan dan menyajikan pengalaman belajar berbasis budaya dan kearifan lokal.

Dekan FKIP Universitas Bale Bandung, Ibu Dr. Yayu Sri Rahayu, M.Pd memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Menurutnya, kegiatan perkuliahan di luar kelas tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya karya-karya akademik dan kreatif yang bermanfaat bagi pengembangan tridharma perguruan tinggi.

Pada siang hingga sore hari tanggal 9 Juni 2026, mahasiswa melaksanakan kegiatan observasi, wawancara, dan pengumpulan data sebagai bagian dari proses penelitian lapangan terkait kehidupan sosial budaya masyarakat adat Baduy.

Sementara itu, pada malam hari peserta mendengarkan pemaparan materi sekaligus diskusi bersama tokoh adat Baduy (Jaro), bernama Bapak Sarpin, dan putranya Kang Marno sekaligus sebagai pendiri Saba Baduy. Kegiatan ini dipandu oleh wakil dekan 1 Ibu Deanty Rumandang Bulan, S.S., M.A. Selain itu ada pula pertunjukan seni tradisional celempung yang dibawakan oleh masyarakat Kampung Adat Baduy. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya lokal yang masih lestari hingga saat ini.

Melalui kegiatan perkuliahan di luar kelas ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan konsep-konsep teoritis yang dipelajari selama perkuliahan dengan realitas sosial yang ada di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan sikap kritis, empati sosial, serta apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Kunjungan budaya ke masyarakat Baduy sekaligus menunjukkan komitmen FKIP Universitas Bale Bandung dalam menghadirkan proses pembelajaran yang inovatif, berbasis pengalaman, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa di era saat ini.




