Geografi Festival 2025 Unibba: Ajang Pelajar Cinta Bumi, Wujud Nyata Eksistensi Geografi di Era Modern Diikuti Siswa SMA, SMK dan MA

majalahsora.com, Kabupaten Bandung – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bale Bandung (Unibba) kembali menggelar kegiatan tahunan Geografi Festival 2025, dengan tema “Pelajar Cinta Bumi: Belajar dari Geografi, Muda Berkarya, Bumi Berjaya”.

Ajang ini bukan hanya kompetisi akademik, tetapi juga ruang kolaborasi antara mahasiswa, pelajar SMA/SMK/MA, serta sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung untuk memperkuat eksistensi dan semangat keberlanjutan ilmu geografi di era digital.

Kegiatan yang digagas Himpunan Mahasiswa Geografi (Hima Geografi) ini menghadirkan berbagai lomba, mulai dari olimpiade geografi, alat peraga, hingga lomba poster lingkungan. Tak hanya itu, panitia juga menambahkan unsur hiburan seperti lomba dance dan futsal agar kegiatan terasa lebih dinamis dan menarik minat siswa.

Kolaborasi Akademik dan Edukasi Lingkungan

Geofest Unibba 2025

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Humas Unibba, Dra. Rinayanti Laila Nurwulan, M.Pd., saat membuka Geofest 2025, Prodi Pendidikan Geografi, FKIP Unibba

Dekan FKIP Unibba, Dr. Yayu Sri Rahayu, M.Pd., menjelaskan bahwa Geografi Festival menjadi agenda penting dalam memperkenalkan peran geografi di dunia pendidikan dan masyarakat. Menurutnya, geografi bukan sekadar mata pelajaran, melainkan ilmu yang berkaitan langsung dengan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia.

“Geografi Festival ini intinya bukan hanya ajang lomba, tapi juga sarana kolaborasi. Kami ingin menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menguatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Sekarang kan mata pelajaran geografi terintegrasi dengan IPAS, jadi kami ingin memastikan geografi tetap eksis dan berkelanjutan,” tutur Ayu, di kampus Unibba Jalan R.A.A. Wiranatakusumah, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/10/2025).

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk sosialisasi kepada siswa agar semakin mengenal potensi ilmu geografi dan perannya dalam menjaga bumi.

Geofest Unibba 2025

Antusias peserta pada Geofest 2025, Prodi Pendidikan Geografi, FKIP Unibba, Sabtu 25 Oktober 2025

“Harapan kami, lewat kegiatan ini, semakin banyak siswa yang tertarik masuk ke jurusan Pendidikan Geografi. Karena siapa lagi yang akan menjaga lingkungan kalau bukan kita sendiri,” tegasnya.

Membangun Generasi Peduli Lingkungan

Melalui Geografi Festival 2025, Unibba berupaya menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan nasionalisme kepada pelajar. Ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi ilmiah, tetapi juga wadah membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kebumian dan potensi sumber daya Indonesia.

Dengan dukungan pimpinan universitas, para dosen, dan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk mengangkat kembali semangat geografi dalam konteks pembangunan berkelanjutan.

Geofest Unibba 2025

Dekan FKIP Unibba, Dr. Yayu Sri Rahayu, M.Pd., menjelaskan bahwa Geografi Festival menjadi agenda penting dalam memperkenalkan peran geografi di dunia pendidikan dan masyarakat

“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar geografi bukan hal kuno, justru sangat relevan dengan isu-isu global seperti perubahan iklim, krisis energi, dan keberlanjutan bumi,” tutup Ayu optimistis.

Sementara itu Ketua Program Studi Pendidikan Geografi, Ikeu Rasmilah, S.Pd., M.Pd.,  menambahkan bahwa festival ini menjadi sarana memperkenalkan pentingnya ilmu geografi bagi kehidupan sehari-hari.

Menurut Ike, antusiasme masyarakat terhadap pendidikan geografi masih tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pendaftar yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan festival.

Geofest Unibba 2025

Peserta lomba alat peraga dari SMAN 1 Banjaran, Kabupaten Bandung

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, tanah air, dan bumi yang menjadi tempat berpijak manusia.

“Program Studi Pendidikan Geografi ini sebenarnya memang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Ikeu Rasmilah.

Ia menambahkan, nilai utama dari pendidikan geografi adalah membangun kesadaran untuk mencintai lingkungan, menjaga bumi, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Geofest Unibba 2025

Ketua Program Studi Pendidikan Geografi, Ikeu Rasmilah, S.Pd., M.Pd.,  Geofest menjadi sarana memperkenalkan pentingnya ilmu geografi bagi kehidupan sehari-hari

Lebih lanjut, Ike berharap kegiatan Geografi Festival dapat berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi peningkatan jumlah pendaftar di masa mendatang.

“Geografi itu ilmu yang mempelajari tentang wilayah, lingkungan, dan bumi. Dengan memahami geografi, masyarakat diharapkan semakin cinta pada negaranya dan lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Semangat Pelajar Cinta Bumi

Sementara itu, Ketua Pelaksana Geografi Festival 2025, Arya Kamal NurJanjam, mengungkapkan bahwa tema tahun ini adalah “Pelajar Cinta Bumi, Belajar dari Geografi, Muda Berkarya, Bumi Terjaga.” Tema tersebut diambil dari keprihatinan terhadap minimnya kesadaran generasi muda tentang potensi alam Indonesia.

Geofest Unibba 2025

Lomba poster mengenai lingkungan pada Geofest 2025

“Banyak siswa yang belum tahu potensi besar negaranya sendiri. Melalui tema ini, kami ingin mengajak mereka untuk mengenal lebih dekat sumber daya alam Indonesia dan bagaimana menjaganya. Karena cinta bumi harus dimulai sejak dini,” kata Arya, mahasiswa semester lima Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unibba.

Arya menjelaskan, Geografi Festival tahun ini menghadirkan lima mata lomba, tiga di antaranya bersifat akademik olimpiade geografi, alat peraga, dan poster manual serta dua non-akademik, yakni dance modern dan futsal.

“Lomba poster kami khususkan untuk menggugah kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. Semua peserta berasal dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Geofest Unibba 2025

Ketua Pelaksana Geografi Festival 2025, Unibba, Arya Kamal NurJanjam

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara, di antaranya DPD KNPI Kabupaten Bandung.

“Dukungan mereka sangat berarti bagi kami. Harapannya, Geografi Festival bisa terus berlanjut dan semakin banyak siswa yang sadar pentingnya menjaga bumi,” tambah Arya.

Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Humas Unibba, Dra. Rinayanti Laila Nurwulan, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Geografi Festival yang dinilai mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan kepedulian terhadap lingkungan.

Geofest Unibba 2025

Geografi Festival tahun ini menghadirkan lima mata lomba, tiga di antaranya bersifat akademik olimpiade geografi, alat peraga, dan poster manual serta dua non-akademik, yakni dance modern dan futsal

Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter cinta tanah air melalui pendekatan akademik dan kreatif.

“Kegiatan ini sangat positif karena setiap tahun menyuarakan semangat agar kita lebih mencintai tanah air melalui berbagai media yang bisa diakses oleh guru dan siswa di pendidikan dasar maupun menengah,” ungkap Rina.

Ia juga menyoroti pentingnya perjuangan agar mata pelajaran geografi mendapat porsi yang lebih besar dalam kurikulum nasional.

Geofest Unibba 2025

Guru pembina dan peserta modern dance dari SMK dan SMA Pelita Bunga Bangsa Arjasari, Kabupaten Bandung

“Kami para praktisi dan akademisi geografi sedang memperjuangkan agar jam pelajaran geografi tidak dikurangi, bahkan diperkuat. Tujuannya supaya seluruh warga negara mengenal potensi alam dan sumber daya negaranya sendiri. Kalau itu terwujud, nasionalisme dan cinta tanah air akan tumbuh lebih kuat,” tambahnya.

Rina menegaskan, pihak universitas sangat bangga dengan konsistensi mahasiswa yang terus berinovasi dan berkontribusi positif.

“Mahasiswa Unibba membuktikan bahwa mereka tidak pasif. Mereka aktif menciptakan kegiatan bermanfaat, dan ini tentu meningkatkan nama baik universitas di mata publik,” ucapnya. [SR]***

Sumber: Majalah Sora

Geografi Festival 2025 Unibba: Ajang Pelajar Cinta Bumi, Wujud Nyata Eksistensi Geografi di Era Modern Diikuti Siswa SMA, SMK dan MA

Mungkin Anda juga menyukai